<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Beam Search on Nalar</title>
    <link>https://nalar.dev/id/tags/beam-search/</link>
    <description>Recent content in Beam Search on Nalar</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id-id</language>
    <lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://nalar.dev/id/tags/beam-search/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>Normalisasi Panjang pada Beam Search Mengubah Peringkat Sequence</title>
      <link>https://nalar.dev/id/normalisasi-panjang-beam-search-mengubah-peringkat-sequence/</link>
      <pubDate>Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://nalar.dev/id/normalisasi-panjang-beam-search-mengubah-peringkat-sequence/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Beam search memberi peringkat pada sequence parsial memakai skor yang terakumulasi sepanjang proses decoding. Jika skor tersebut berupa jumlah log-probability token, setiap token tambahan biasanya menyumbang nilai non-positif. Kandidat yang lebih panjang mendapat lebih banyak kesempatan untuk menurunkan skor mentahnya, bahkan ketika continuation-nya tetap masuk akal secara lokal.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Sifat ini bukan cacat pada teori probabilitas. Efek tersebut muncul karena sequence lengkap dengan jumlah faktor kondisional berbeda sedang dibandingkan. Persoalannya menjadi relevan pada implementasi ketika decoder diharapkan menghasilkan completion yang berguna, bukan sekadar mengurutkan sequence berdasarkan probabilitas model tanpa penyesuaian.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
