<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Email on Nalar</title>
    <link>https://nalar.dev/id/tags/email/</link>
    <description>Recent content in Email on Nalar</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id-id</language>
    <lastBuildDate>Sat, 19 Sep 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://nalar.dev/id/tags/email/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>OTP Email di Go: Kode Sekali Pakai, Kedaluwarsa, dan Perlindungan Replay</title>
      <link>https://nalar.dev/id/otp-email-di-go-kode-sekali-pakai-kedaluwarsa-dan-perlindungan-replay/</link>
      <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://nalar.dev/id/otp-email-di-go-kode-sekali-pakai-kedaluwarsa-dan-perlindungan-replay/</guid>
      <description>&lt;h1 id=&#34;otp-email-di-go-kode-sekali-pakai-kedaluwarsa-dan-perlindungan-replay&#34;&gt;OTP Email di Go: Kode Sekali Pakai, Kedaluwarsa, dan Perlindungan Replay&lt;/h1&gt;&#xA;&lt;p&gt;OTP email terlihat sederhana: buat enam digit, kirimkan, lalu bandingkan dengan input pengguna. Namun, batas keamanannya bukan berada pada API email. Bagian pentingnya adalah lifecycle challenge di sisi server.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Implementasi yang benar harus membuat kode sulit ditebak, membatasi masa berlakunya, membatasi tebakan, menonaktifkan challenge lama ketika diperlukan, dan memastikan kode yang sudah berhasil dipakai tidak dapat dikonsumsi untuk kedua kalinya. Properti ini berbeda dari TOTP, meskipun keduanya sering disebut OTP.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
    <item>
      <title>SMTP Tidak Memberikan Identitas Pengirim: Header From, SPF, DKIM, dan DMARC</title>
      <link>https://nalar.dev/id/identitas-pengirim-smtp-from-spf-dkim-dmarc/</link>
      <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://nalar.dev/id/identitas-pengirim-smtp-from-spf-dkim-dmarc/</guid>
      <description>&lt;p&gt;SMTP menjawab persoalan transport: server mana yang menerima sebuah pesan dan meneruskannya menuju tujuan? SMTP sendiri tidak membuktikan bahwa alamat yang tampil pada header &lt;code&gt;From:&lt;/code&gt; memang dimiliki oleh sistem yang membuka koneksi SMTP.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Perbedaan ini menjelaskan situasi yang sering membingungkan. Mail client dapat terhubung ke layanan SMTP eksternal, berhasil melakukan autentikasi, lalu menyerahkan pesan yang valid secara sintaksis dengan &lt;code&gt;From: user@gmail.com&lt;/code&gt;. Login SMTP membuktikan bahwa client diizinkan memakai layanan tersebut. Login itu tidak memberikan kewenangan atas domain &lt;code&gt;gmail.com&lt;/code&gt; kepada layanan SMTP.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
