<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Keacakan on Nalar</title>
    <link>https://nalar.dev/id/tags/keacakan/</link>
    <description>Recent content in Keacakan on Nalar</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id-id</language>
    <lastBuildDate>Sat, 19 Sep 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://nalar.dev/id/tags/keacakan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>Hex Acak Bukan Hash: Membuat Nilai Acak Kriptografis di Linux</title>
      <link>https://nalar.dev/id/membuat-nilai-acak-kriptografis-di-linux/</link>
      <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://nalar.dev/id/membuat-nilai-acak-kriptografis-di-linux/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Perintah seperti &lt;code&gt;openssl rand -hex 32&lt;/code&gt; sering disebut sebagai cara membuat &amp;ldquo;hash acak.&amp;rdquo; Hasilnya memang terlihat seperti digest SHA-256: 64 karakter heksadesimal. Namun, tidak ada operasi hash di sana. OpenSSL menghasilkan 32 byte acak lalu meng-encode-nya sebagai heksadesimal.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Perbedaannya penting. Fungsi hash mengubah input menjadi digest berukuran tetap. Cryptographically secure random number generator menghasilkan byte yang tidak dapat diprediksi. Jika kebutuhannya adalah token, session secret, kredensial API, nonce, atau nilai acak baru lainnya, bagian yang penting adalah byte acaknya. Melakukan hashing setelahnya biasanya tidak menambah ketidakpastian yang berguna.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
