<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Keselamatan Listrik on Nalar</title>
    <link>https://nalar.dev/id/tags/keselamatan-listrik/</link>
    <description>Recent content in Keselamatan Listrik on Nalar</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id-id</language>
    <lastBuildDate>Sat, 19 Sep 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://nalar.dev/id/tags/keselamatan-listrik/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>Kapan Permukaan Trafo Bisa Menjadi Bahaya Sengatan Listrik</title>
      <link>https://nalar.dev/id/permukaan-trafo-bahaya-sengatan-listrik/</link>
      <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://nalar.dev/id/permukaan-trafo-bahaya-sengatan-listrik/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Trafo dapat memiliki bagian logam terbuka pada inti, frame, baut pemasangan, atau enclosure sementara winding di dalamnya membawa tegangan berbahaya. Bagian logam tersebut tidak otomatis bertegangan hanya karena trafo sedang menyala. Risiko tersetrum ketika menyentuhnya bergantung pada konstruksi trafo, kondisi isolasi, protective earth, dan jalur listrik antara tubuh dengan rangkaian.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Perbedaan yang penting adalah antara konduktor yang memang dirancang membawa tegangan dan bagian konduktif yang dapat disentuh tetapi seharusnya tetap terisolasi.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
