<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Latency on Nalar</title>
    <link>https://nalar.dev/id/tags/latency/</link>
    <description>Recent content in Latency on Nalar</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id-id</language>
    <lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://nalar.dev/id/tags/latency/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>PCIe Active State Power Management Menukar Daya Idle dengan Exit Latency</title>
      <link>https://nalar.dev/id/pcie-active-state-power-management-menukar-daya-idle-dengan-exit-latency/</link>
      <pubDate>Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://nalar.dev/id/pcie-active-state-power-management-menukar-daya-idle-dengan-exit-latency/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Link PCI Express tidak harus tetap berada pada state elektrik yang sepenuhnya aktif ketika tidak ada trafik yang bergerak. Active State Power Management, yang umum disingkat ASPM, memungkinkan pasangan link yang kompatibel menempatkan link ke state berdaya lebih rendah selama periode idle.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Tradeoff praktisnya sederhana: state idle yang lebih dalam dapat menghemat lebih banyak daya, tetapi kembali ke operasi aktif membutuhkan waktu. Exit delay tersebut menjadi bagian dari latency yang terlihat ketika trafik baru datang.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
