<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Model Autoregresif on Nalar</title>
    <link>https://nalar.dev/id/tags/model-autoregresif/</link>
    <description>Recent content in Model Autoregresif on Nalar</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id-id</language>
    <lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://nalar.dev/id/tags/model-autoregresif/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>Exposure Bias pada Decoding Autoregresif</title>
      <link>https://nalar.dev/id/exposure-bias-pada-decoding-autoregresif/</link>
      <pubDate>Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://nalar.dev/id/exposure-bias-pada-decoding-autoregresif/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Model autoregresif dapat menerima konteks yang lebih bersih saat training dibandingkan saat generation. Dengan teacher forcing, prediksi token berikutnya dikondisikan pada prefix referensi dari urutan training. Saat free-running decoding, model justru dikondisikan pada token yang dihasilkannya sendiri. Setelah sebuah token berbeda dari kelanjutan yang dituju, prediksi berikutnya bekerja pada prefix yang mungkin lebih jarang muncul dalam data training.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Ketidakcocokan ini umum disebut &lt;strong&gt;exposure bias&lt;/strong&gt;. Masalahnya bukan sekadar bahwa model autoregresif dapat membuat kesalahan. Intinya adalah distribusi prefix yang diberikan kepada model dapat berubah antara optimisasi dan generation, sementara satu penyimpangan awal dapat mengubah setiap prediksi kondisional sesudahnya.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
