<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Protocol on Nalar</title>
    <link>https://nalar.dev/id/tags/protocol/</link>
    <description>Recent content in Protocol on Nalar</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id-id</language>
    <lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://nalar.dev/id/tags/protocol/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>TCP TIME-WAIT Mempertahankan State Koneksi yang Sudah Ditutup</title>
      <link>https://nalar.dev/id/tcp-time-wait-mempertahankan-state-koneksi-yang-sudah-ditutup/</link>
      <pubDate>Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://nalar.dev/id/tcp-time-wait-mempertahankan-state-koneksi-yang-sudah-ditutup/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Endpoint TCP dapat menyelesaikan operasi close dari aplikasi sementara protocol masih mempertahankan state untuk koneksi tersebut. Setelah active close menyelesaikan pertukaran FIN, endpoint biasanya masuk ke TIME-WAIT alih-alih langsung membuang connection record.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;State yang dipertahankan ini memiliki dua fungsi. Pertama, endpoint tetap dapat mengakui retransmitted final FIN. Kedua, ia memisahkan koneksi yang sudah ditutup dari incarnation berikutnya yang mungkin memakai local dan remote address serta port yang sama.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Karena itu TIME-WAIT bukan established connection yang sedang idle. Ia adalah protocol boundary di antara connection incarnation.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
