<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Televisi on Nalar</title>
    <link>https://nalar.dev/id/tags/televisi/</link>
    <description>Recent content in Televisi on Nalar</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id-id</language>
    <lastBuildDate>Mon, 14 Sep 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://nalar.dev/id/tags/televisi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>HDMI eARC Membawa Audio TV Kembali ke Sistem Suara</title>
      <link>https://nalar.dev/id/hdmi-earc-membawa-audio-tv-kembali-ke-sistem-suara/</link>
      <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://nalar.dev/id/hdmi-earc-membawa-audio-tv-kembali-ke-sistem-suara/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Televisi sering menjadi pusat beberapa sumber audio. Aplikasi streaming bawaan menghasilkan suara di dalam TV, sementara konsol game dan media player dapat mengirim video sekaligus audio ke input HDMI. Soundbar atau receiver eksternal kemudian membutuhkan jalur untuk menerima audio tersebut.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;HDMI Audio Return Channel menyediakan jalur itu. Versi yang ditingkatkan, eARC, memperluas format audio dan data rate yang dapat dikirim dari televisi kembali ke perangkat audio yang kompatibel.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;h2 id=&#34;jalur-balik-membalik-arah-audio-yang-biasa&#34;&gt;Jalur balik membalik arah audio yang biasa&lt;/h2&gt;&#xA;&lt;p&gt;Sumber HDMI konvensional mengirim konten menuju display. Konsol, misalnya, dapat mengirim video dan audio ke televisi. Jika TV memakai speaker bawaannya, aliran satu arah tersebut sudah cukup.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
