<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Thread on Nalar</title>
    <link>https://nalar.dev/id/tags/thread/</link>
    <description>Recent content in Thread on Nalar</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id-id</language>
    <lastBuildDate>Sat, 19 Sep 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://nalar.dev/id/tags/thread/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>Cara Runtime Bahasa Memakai Core CPU: Thread, Goroutine, Worker, dan Proses</title>
      <link>https://nalar.dev/id/cara-runtime-bahasa-memakai-core-cpu-thread-goroutine-worker-dan-proses/</link>
      <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://nalar.dev/id/cara-runtime-bahasa-memakai-core-cpu-thread-goroutine-worker-dan-proses/</guid>
      <description>&lt;p&gt;CPU dengan banyak core tidak membuat kode aplikasi menjadi paralel dengan sendirinya. Sistem operasi memang dapat menjadwalkan beberapa thread pada saat yang sama, tetapi bahasa dan runtime menentukan bagaimana pekerjaan aplikasi mencapai thread tersebut. Perbedaan ini menjelaskan mengapa Go, Rust, C++, Java, JavaScript, dan PHP sama-sama dapat memakai mesin multicore meskipun model pemrogramannya sangat berbeda.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Pertanyaan yang lebih berguna bukan sekadar apakah sebuah bahasa &amp;ldquo;multithreaded&amp;rdquo;. Yang perlu dilihat adalah bagaimana satu unit pekerjaan aplikasi berubah menjadi sesuatu yang dapat dijadwalkan oleh sistem operasi.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
