Langsung ke konten

Arsip

Decoding

4 artikel
Kecerdasan Buatan 23 Sep 2026 5 min read

Temperature Scaling Mengubah Ketajaman Softmax Tanpa Mengubah Urutan Logit

Decoder dapat mempertahankan peringkat seluruh token sebelum dan sesudah temperature scaling, tetapi menghasilkan probabilitas yang berbeda cukup jauh. Mekanismenya spesifik: untuk temperature positif T, logit dibagi dengan T sebelum softmax. Pembagian dengan skalar positif yang sama mempertahankan urutan, sedangkan softmax mengubah jarak logit yang baru menjadi distribusi probabilitas yang berbeda. Pemisahan ini relevan pada sistem inferensi karena temperature tidak memilih token dengan sendirinya. Dampak yang terlihat bergantung pada tahap setelah softmax yang sudah diskalakan: sampling langsung, filter top-k, filter top-p, pemilihan greedy, atau aturan decoding lain.

Kecerdasan Buatan 23 Sep 2026 6 min read

Normalisasi Panjang pada Beam Search Mengubah Peringkat Sequence

Beam search memberi peringkat pada sequence parsial memakai skor yang terakumulasi sepanjang proses decoding. Jika skor tersebut berupa jumlah log-probability token, setiap token tambahan biasanya menyumbang nilai non-positif. Kandidat yang lebih panjang mendapat lebih banyak kesempatan untuk menurunkan skor mentahnya, bahkan ketika continuation-nya tetap masuk akal secara lokal. Sifat ini bukan cacat pada teori probabilitas. Efek tersebut muncul karena sequence lengkap dengan jumlah faktor kondisional berbeda sedang dibandingkan. Persoalannya menjadi relevan pada implementasi ketika decoder diharapkan menghasilkan completion yang berguna, bukan sekadar mengurutkan sequence berdasarkan probabilitas model tanpa penyesuaian.

Kecerdasan Buatan 23 Sep 2026 6 min read

Bias Logit Aditif Mengubah Odds Token Sebelum Sampling

Decoder dapat menaikkan atau menekan peluang sebuah token tanpa mengubah bobot model. Tambahkan konstanta pada logit token sebelum softmax, lalu probabilitasnya berubah relatif terhadap token lain dalam vocabulary. Operasinya sederhana, tetapi dampaknya bergantung pada posisi bias di pipeline decoding dan transformasi yang berjalan sesudahnya. Karena itu, bias logit aditif berguna sebagai kontrol inferensi, bukan sebagai constraint semantik umum. Bias mengubah skor yang dipakai decoder. Bias tidak menulis ulang representasi internal model dan tidak menjamin sebuah konsep hilang dari teks yang dihasilkan.

Kecerdasan Buatan 22 Sep 2026 5 min read

Top-p Sampling Membentuk Ulang Set Kandidat pada Setiap Token

Top-p sampling tidak mempertahankan shortlist token yang tetap sepanjang generation. Pada setiap langkah decoding, model menghasilkan vektor logit baru, vektor itu menjadi distribusi probabilitas, lalu sampler membentuk set kandidat baru dengan massa probabilitas kumulatif yang mencapai threshold terkonfigurasi. Konsekuensinya mudah terlewat pada kode serving: nilai top_p yang sama dapat memasukkan dua token pada satu langkah dan puluhan token pada langkah lain. Parameter ini mengendalikan massa probabilitas, bukan jumlah kandidat. Cutoff mengikuti distribusi saat ini Untuk vocabulary dengan probabilitas token p_1, p_2, ..., p_V, urutkan token dari probabilitas tertinggi ke terendah: