Langsung ke konten

Arsip

Infrared

6 artikel
Teknologi 19 Sep 2026 6 min read

Sensor Infrared Mengukur Efek Fisik yang Berbeda

Sensor infrared bukan satu teknologi pengukuran tunggal. Istilah “sensor IR” dapat merujuk pada detektor proximity reflektif, sensor gerak PIR, sensor suhu non-kontak, optical encoder, atau penerima infrared. Semuanya bekerja dengan radiasi di luar spektrum cahaya tampak, tetapi besaran yang diukur berbeda. Perbedaan ini menentukan apa yang dapat dideteksi sensor, seberapa jauh sensor dapat bekerja, serta kondisi lingkungan yang dapat menghasilkan pembacaan lemah atau keliru. Penginderaan infrared aktif mengukur cahaya yang kembali Sensor reflektif sederhana berisi pemancar infrared, biasanya IR LED, serta photodiode atau phototransistor sebagai penerima.

Teknologi 19 Sep 2026 5 min read

Output RAW Arduino-IRremote: Mengubah Timing Receive Menjadi Data sendRaw()

Arduino-IRremote memisahkan representasi yang dipakai ketika menerima frame infrared dari representasi yang dikonsumsi oleh sendRaw(). Receiver mencatat durasi hasil sampling, menyimpan gap sebelum frame secara terpisah, dan dapat mengompensasi distorsi timing dari modul IR receiver yang melakukan demodulasi. Transmitter sebaliknya menerima array yang dimulai dari mark pertama lalu bergantian antara durasi mark dan space. Batas ini penting pada remote AC karena frame-nya dapat panjang dan sering direplay sebagai RAW ketika encoder khusus protokol belum tersedia.

Teknologi 19 Sep 2026 6 min read

Mengontrol AC dengan Gesture di ESP32-S3 Tanpa Kamera

Kamera tidak diperlukan ketika controller AC hanya membutuhkan beberapa gerakan tangan. Sinyal yang dibutuhkan bukan gambar tangan, melainkan event arah seperti atas, bawah, kiri, atau kanan. Sensor gesture optik jarak dekat dapat mereduksi input tersebut menjadi data kecil sebelum diterima ESP32-S3. Perubahan ini cukup besar dari sisi desain embedded. Tidak ada camera frame buffer, bus DVP, image preprocessing, atau model inference yang berebut resource dengan LCD dan transmitter infrared. ESP32-S3 dapat menangani bagian yang justru perlu dijaga dengan teliti: menyimpan state AC yang diinginkan, mengubahnya berdasarkan gesture, lalu mengenkode state tersebut ke protokol IR perangkat.

Teknologi 19 Sep 2026 5 min read

Menggerakkan LED IR dari ESP-01: Arus, Jarak, dan Jumlah Transistor

ESP8266 ESP-01 dapat menjadi pengendali remote AC berbasis infrared, tetapi GPIO sebaiknya diperlakukan sebagai sumber sinyal logika, bukan sumber daya untuk LED IR. Pertanyaan desain yang berguna bukan apakah transmitter memakai satu atau tiga transistor. Yang perlu dipastikan adalah apakah driver mampu men-switch arus pulsa LED yang dibutuhkan tanpa merusak carrier dan timing protokol. Perbedaan ini sekaligus meluruskan anggapan yang sering muncul: rangkaian tiga transistor tidak otomatis memancarkan IR lebih jauh daripada rangkaian satu transistor. Satu transistor atau MOSFET yang dipilih dengan benar sudah dapat menggerakkan LED IR secara efektif. Transistor tambahan baru berguna jika memang menjalankan fungsi yang dibutuhkan rangkaian.

Teknologi 19 Sep 2026 6 min read

Kontrol AC Infrared ESP32 yang Stabil Memerlukan Histeresis dan Sinkronisasi State

ESP32 dapat mengubah AC konvensional yang memakai infrared menjadi controller berbasis suhu tanpa memodifikasi unit AC. Jalur sinyal dasarnya sederhana: sensor suhu ruangan memberi data ke ESP32, firmware menentukan apakah pendinginan diperlukan, lalu IR LED mengirim frame yang setara dengan sinyal dari remote bawaan. Bagian yang sulit bukan menghasilkan cahaya infrared. Tantangannya adalah menjaga control loop tetap stabil ketika protokol IR AC dapat membawa seluruh state remote dalam setiap transmisi.

Teknologi 19 Sep 2026 7 min read

Capture dan Replay Raw IR pada ESP32 Bergantung pada Timing, Batas Frame, dan Frekuensi Carrier

IR receiver tidak memberikan “kode tombol” universal kepada ESP32. Pada batas elektriknya, receiver menghasilkan urutan carrier burst yang terdeteksi dan jeda di antaranya. Raw capture merepresentasikan interval tersebut sebagai durasi mark dan space yang bergantian, biasanya dalam mikrodetik. Capture seperti: uint16_t rawData[] = { 3570, 1620, 554, 342, 498, 1244, 496, 378, // ... }; adalah deskripsi waveform. Agar replay berhasil, empat hal harus dipertahankan sebagai satu kesatuan: urutan timing, batas frame yang benar, modulation carrier untuk mark, dan output optik IR LED yang cukup.